Rabu, 15 Oktober 2008
Selasa, 14 Oktober 2008
OPINI GUE!
SAINS
Sejarah Singkat Kehidupan
Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira 4,6 miryar tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tatasurya dengan matahari sebagai pusatnya. Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar 3,5 milyar tahun lalu dengan munculnya micro-organisma sederhana yaitu bakteri dan ganggang. Kemudian pada 1 milyar tahun lalu baru muncul organisme bersel banyak. Pada sekitar 540 juta tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih komplek mulai berevousi. Perkembangan tumbuhan diawali oleh Pteridofita (tumbuhan paku), Gimnosperma (tumbuhan berujung) dan terakhir Angiosperma (tumbuhan berbunga). Sedangkan perkembangan hewan dimulai dari invertebrata, ikan, amfibia, reptilia, burung dan terakhir mamalia, kemudian terakhir kali muncul manusia.
sumber: wikipedia.org
GAMBAR SAINS
Terbentuknya Galaxy
Beberapa Penemuan-penemuan dalam bidang astronomi, arkeologi, dan kedokteran telah menggoyahkan fondasi ilmu pengetahuan dan memberikan pandangan baru tentang tubuh manusia, asal usul kehidupan, dan alam semesta.
1. Banyak Galaxi-Galaxi Baru Terbentuk, dan Galaxi Bimasakti Menjauh dari Alam Semesta
Para Astronom memperhatikan banyak badan langit baru bermunculan di tahun 2004. Pada minggu-minggu tanggal 25-31 Agustus, para Astronom Eropa dan Amerika melaporkan bahwa mereka melihat lima planet baru diluar sistem matahari kita, termasuk “super bumi,” planet terkecil yang pernah terlihat.
Para ilmuwan telah berusaha mencari tahu asal usul terbentuknya galaxi baru. Pada akhir 2004, Department Ilmu Penerbangan Nasional dan Administrasi Ruang Angkasa Amerika mengumumkan bahwa diantara galaxi-galaxi lama disekitar galaxy Bimasakti, bermunculan banyak galaxy-galaxi baru. Galaxi ini berjarak kurang lebih 1 miliar tahun cahaya jauhnya dari kita, tapi mereka berjarak 9 miliar tahun cahaya lebih dekat dengan kita dibandingkan galaxy-galaxi lainnya. Banyak peneliti menjadi terkesima dengan penemuan ini, karena sebelumnya diperkirakan galaxi hanya terbentuk miliaran tahun yang lalu.
Pada bulan Februari 2004, NASA mengumunkan ada sebuah energi hitam yang sangat kuat dan tidak dapat dideteksi, telah membuat sebagian besar galaxi di alam semesta menjauh dari galaxi Bimasakti dengan kecepatan tinggi. Para Astronom memperkirakan galaxi kita akan menjadi sendirian di alam semesta. Para ilmuwan memperkirakan kecepatan pertumbuhan akan pada akhirnya mencapai kecepatan cahaya, dan semua benda akan tercerai berai, lalu akhirnya waktu akan berhenti.
POSTED BY Administrator ON @ 5:11 am | 0 Comments
Ayo Ngeblog
NEWS!!
Para Astronom Temukan 10 Planet Baru, Termasuk Planet Bayi
Washington (ANTARA News) - Para astronom yang menggunakan kamera robot mengumumkan, Rabu, mereka telah menemukan 10 planet baru di luar sistem tata surya kita, sementara tim kedua meyatakan menemukan planet paling muda.
Penemuan itu menambah daftar kian meningkat yang mencakup lebih dari 270 planet di luar tata surya, kata mereka pada sebuah pertemuan astronom di Belfast, Irlandia Utara.
Tim robot itu disebut "SuperWASP" (Pencarian Planet Area Luas) dan kamera-kamera itu mencari planet-planet yang sedang melintas di depan matahari mereka. Cahaya dari matahari agak memudar ketika peristiwa itu terjadi, dan astronom bisa memperkirakan ukuran dan lokasi planet.
Sebagian besar planet di sekitar bintang-bintang lain ditemukan dengan menggunakan metode yang berbeda, dengan mengukur hentakan-hentakan kecil yang dilakukan planet di medan gravitasi mataharinya.
Don Pollaco dari Queen`s University di Belfast dan sejumlah koleganya menggunakan kamera-kamera di Kepulauan Canary Spanyol, Afrika Selatan, Arizona, Hawaii, Chile, Perancis dan Australia untuk menemukan ke-10 planet baru di luar tata surya kita itu.
Planet-planet itu memiliki massa yang berkisar dari separuh ukuran Yupiter hingga lebih dari delapan kali ukuran Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya kita. Satu planet mengorbit mataharinya sekali sehari dan terletak begitu dekat sehingga suhunya pada siang hari bisa mencapai sekitar 4.200 derajat Fahrenheit (2.300 derajat Celsius).
Jane Greaves dari University of St. Andrews di Skotlandia dan rekan-rekan kerjanya mengatakan, mereka menemukan sebuah planet bayi ketika menerapkan astronomi radio untuk menguji sebuah cakram gas dan partikel berbatu di sekitar bintang HL Tau.
Bintang ini juga diperkirakan masih muda, baru berumur 100.000 tahun -- bandingkan dengan matahari kita yang telah berumur 4,6 milyar tahun.
Mereka menemukan sebuah gumpalan yang tampaknya mengandung batu-batu karang.
"Kami melihat sebuah bola gas dan debu yang mengorbit jauh, dan secara pasti begitulah sebuah protoplanet terlihat," kata Greaves dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
"Pada masa yang akan datang, kami memperkirakan ini akan mamadat menjadi sebuah planet gas raksasa seperti versi massa Yupiter. Protoplanet itu memiliki massa sekitar 14 kali dari Yupiter, dan berjarak sekitar dua kali dari HL Tau seperti jarak Neptunus dari matahari kita," katanya.
Anita Richards dari Observatorium Jodrell Bank Inggris di Cheshire, mengatakan, penemuan itu "memberi sebuah pandangan unik mengenai bagaimana planet-planet terbentuk".
"Obyek baru itu, yang ditandai sebagai HL Tau b, merupakan obyek planetarium paling muda yang pernah terlihat," tambah astronom wanita tersebut. (*)